NEWS
DETAILS
Selasa, 08 Feb 2011 00:00 - Jogja MegaPro Club

OTOMOTIFNET - Ngomongin kelistrikan pada tunggangan, kadang bikin kesal. Pasalnya, bila ada gangguan atau masalah pada peranti ini, kebanyakan susah terdeteksi secara langsung. Namun bila ada jejak yang ditinggalkan berupa kabel/soket terbakar/gosong, akan lebih cepat diatasi. Tapi gak mau kan kalo sampe begini!

Namun yang lebih repot lagi kalau masalah ini datang saat tunggangan dipakai wara-wiri, seperti halnya yang dialami Dwi Ariyanto. “Betul juragan, Honda Mega Pro 2008 kesayangan gue tiba-tiba ngambek gak mau jalan. Panik abis deh, maklum buat cari makan,” beber pria yang biasa kerja sebagai salesman ini.

Masih keluhnya. “Awalnya sih mbrebet enggak jelas juntrungannya, padahal motor rajin gue rawat dan baru kemarin karburator diservis. Tapi gue yakin kalo masalahnya di sektor pengapian.”

Setelah Idung, panggilan akrabnya konfirmasi ke bengkel langganannya yakni Ondol Selatan Motor (OSM), ternyata akar masalahnya pada soket sepul gosong.

“Hal ini bisa terjadi dikarenakan perlakuan kasar saat melepas soket itu. Pasalnya bentuknya besar dan agak susah dilepas. Lebih fatalnya, saat pemasangan kurang kencang, efeknya soket gosong/terbakar,” beber Nasrudin Kamil, mekanik OMS.

Masih ujarnya. “Imbasnya, saat mesin hidup, arus listrik dari sepul tidak masuk sempurna, terlebih untuk motor yang agak berumur. Mesti diwaspadai juga adanya tumpukan kerak dan air menyelinap pada soket tersebut.”


Solusinya? ”Paling pas mengganti soketnya dengan bawaan Honda Tiger. Eits, bukan Tiger Revo lo, soalnya sama-sama besar. Harganya juga murah, kisaran Rp 10–20 ribu,” anjur pria yang biasa mangkal di Jl. Praja dalam E No.35, Kebayoran Lama, Jaksel ini.


Nah, sekarang pelepasan dan pemasangan kabel dari soket. “Sebetulnya mudah, tapi ingat tetap perlu ketelitian. Untuk melepas terminal di dalam soket, gunakan obeng setting yang berukuran kecil atau bisa pakai peniti untuk mencungkilnya keluar,” lanjutnya.

Oh ya, pria ramah itu menambahkan, jangan lupa, hafalkan urutannya ya. “Yah, agar saat pemasangan kembali tidak keliru,” wanti mekanik pengalaman lebih dari 3 tahun ini.  

Lalu, saat memasang kembali dapat dirunut ulang seperti pada saat melepasnya. “Sekarang masalah ini sudah teratasi, tapi tetap sering dicek ya, namanya apes siapa yang tahu Bang,” wanti pria yang yang pernah kerja di dealer resmi sebuah motor Jepang ini.

Editor: Tito_ Penulis: Iman_  Foto: Iman_ 

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK