NEWS
DETAILS
Sabtu, 19 Mar 2011 00:00 - Jogja MegaPro Club

 

Tanpa kita sadari, banyak dari BBM (Bahan Bakar Minyak) yang kita gunakan terbuang percuma karena ketidaktahuan kita tentang cairan yang berasal dari fosil ini. Agar tidak lebih banyak lagi BBM yang terbuang, mari kita bahas tentang Bahan Bakar ini.

Oktan Rendah. Pemakaian BBM beroktan rendah seperti Premium (oktan 88) membuat konsumsi BBM lebih boros. Sifat BBM beroktan dibawah 90 lebih mudah terbakar, pada mesin berasio kompresi tinggi, Premium akan lebih dulu habis terbakar sebelum mencapai TMA (Titik Mati Atas). Tapi jika mesin berkompresi rendah, akan mubazir jika menggunakan BBM beroktan tinggi. Pemborosan uang, karena mesin tidak butuh BBM mahal itu.

Isi Tangki Saat Suhu Rendah. Suhu yang dimaksud disini adalah suhu lingkungan. Idealnya adalah saat pagi atau malam hari. Karena pada siang hari yang terik, dapat menyebabkan penguapan BBM berlebih. Hal ini untuk memastikan bahwa yang masuk ke tangki BBM kita adalah cairan BBM, bukan gas.

Tangki Kosong. Jangan biasakan sampai tangki dalam keadaan kosong banget sebelum melakukan pengisian ulang BBM, memang hal ini tidak berefek langsung pada konsumsi BBM, namun kotoran dari dasar tangki dapat menyebabkan mampatnya spuyer karburator.

Tangki Timbun. Hindari pengisian BBM saat truk tangki sedang atau sesaat setelah refueling tangki timbun SPBU. Kotoran atau endapan didasar tangki timbun akan terangkat saat refueling tersebut, kemungkinan kotoran itu ikut tersedot dispenser (pompa) dan berisiko masuk ke tangki BBM motor kita. Bila terpaksa mengisi di SPBU tersebut, tunggu kira 40 menit untuk memastikan endapan tersebut kembali turun ke dasar tangki timbun.

Menguras Tangki. Menguras tangki BBM motor juga merupakan suatu perawatan. Agar kotoran yang mengendap yang berisiko masuk ke ruang bakar dapat bersih dan tidak mengganggu performa mesin.

 

Sumber : OTOMOTIF edisi 41:XX, hal 15

Editor/ Foto : Tito

RELATED
NEWS
UPCOMING
EVENTS
TOP 5 NEWS
TWITTER
FACEBOOK